Kupang - Plh. Sekretaris Jenderal, Mien Usihen membuka kegiatan “Pembekalan Calon Purnabakti Periode 1 Agustus 2024 s.d 1 Oktober 2025 di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM” di Graha Pengayoman, Jakarta, Selasa (6/8/2024). Kegiatan ini turut diikuti secara virtual oleh Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone bersama Kepala Bagian Program dan Humas, Yohanis Bely, Kasubbag HRBTI, Dian L.R. Lenggu, Kasubbag Kepegawaian, TU, dan Rumah Tangga, Natalia S. Laky beserta jajaran di Ruang Multi Fungsi.
Mien Usihen mengatakan, pegawai yang telah memasuki masa purnabakti atau pensiun akan tetap dikenal sebagai Insan Pengayoman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, para purnabakti berkewajiban untuk tetap menjaga citra dan nama baik Kemenkumham. Termasuk harus tetap setia kepada Pancasila, UUD NRI 1945 dan NKRI.
“Kami juga berharap tetap menjadi panutan dan teladan bagi kami semua yang masih aktif dan berada dalam lingkungan kerja. Jaga terus toleransi dan miliki kesetiakawanan sosial,” ujarnya.
Mien mengharapkan para purnabakti tetap mau memberikan saran dan masukan kepada jajaran Kemenkumham, serta tetap hadir pada acara-acara peringatan hari tertentu dan menjalin silaturahmi melalui Ikatan Keluarga Besar Kemenkumham. Secara khusus, Mien juga menitipkan pesan Sekretaris Jenderal kepada para purnabakti bahwa pensiun dari pekerjaan bukan berarti pensiun dari dinamika kehidupan.
“Ini adalah kesempatan untuk mendesain ulang menuju kehidupan yang baru, apakah akan tetap sama atau berbeda, dan kemungkinan menjadi luar biasa. Yang terpenting dari semua itu, saat pensiun harus tetap sehat walafiat dan juga bahagia,” imbuhnya.
Mien menegaskan, masa purnabakti bukanlah akhir masa pengabdian seorang ASN kepada bangsa dan negara. Para purnabakti justru harus terus melanjutkan pengabdian pada medan tugas yang berbeda. Yakni melaksanakan pengabdian baru ditengah-tengah masyarakat. Para ASN yang memasuki masa purnabakti diminta untuk jangan pernah kehilangan kepercayaan terhadap diri sendiri, tetap selalu penuh semangat, dan terus meningkatkan produktivitas.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Supartono mengatakan, kegiatan pembekalan purnabakti yang mengangkat tema “Purnabakti Sehat, Bahagia, dan Sejahtera” diikuti 1180 peserta pada 6-8 Agustus 2024. Rinciannya, sebanyak 200 peserta mengikuti secara luring atau hadir langsung di Graha Pengayoman dan 980 peserta mengikuti secara daring.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi, semangat dan kepercayaan diri kepada pegawai yang akan memasuki purnabakti. Mereka juga dibekali dengan informasi terkait hak dan kewajiban calon purnabakti di hari tua dan gaji pensiun, serta petunjuk praktis untuk berwirausaha. Materi pembekalan diberikan oleh narasumber dari internal dan eksternal seperti BKN, Taspen, BPJS, Tapera, dan PT. Bank Mandiri Taspen.
“Calon purnabakti dapat terus sehat, bahagia dan sejahtera, serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dan diri sendiri, baik secara moril, spiritual, dan materiil,” ujarnya. (Humas/rin)