Kunjungan Kerja Kakanwil Kemenkumham NTT ke Kabupaten Sumba Tengah, Bahas Aset Tanah Ditjen Imigrasi dan tugas-tugas Kementerian Hukum dan Ham di Daerah

IMG 20200813 WA0072

Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Amrizal, Kalapas Terbuka Waikabubak, Yusup Gunawan, Kabid Inteldakim, Christian Pena dan Kabag Umum, M. Rusli berkunjung ke Kabupaten Sumba Tengah untuk bertemu Bupati Sumba Tengah dan Kepala Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (13/08/2020).

Merci dan rombongan mengawali rangkaian kunjungan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Sumba Tengah dan diterima dengan hangat oleh Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu dan Sekda Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Eda Padjangu di ruang kerja Bupati. 

Kakanwil menyampaikan terimakasih kepada Bupati yang telah berkenan menerima rombongan dari Kanwil Kemenkumham NTT. Tujuan dari kunjungan tersebut menurut Marci adalah untuk meminta dukungan Bupati Sumba Tengah terkait akan dilaksanakannya pendataan ulang kepemilikan aset tanah Direktorat Jenderal Imigrasi seluas 5.000 hektar (ha) di Kabupaten Sumba Tengah.

Menurutnya, berdasarkan Laporan Hasil Peninjauan yang dilakukan Tim Direktorat Jenderal Imigrasi ditemukan bahwa sebagian tanah milik Ditjen Imigrasi telah ditempati dan dipergunakan sebagai lahan pemukiman oleh masyarakat, pembangunan sejumlah fasilitas sosial berupa sekolah dan rumah ibadah serta peternakan dan perkebunan oleh pemerintah daerah.

Oleh karena itu, Marci mengungkapkan bahwa dalam penertiban BMN, pihak Kementerian Hukum dan HAM akan melakukan pendataan ulang untuk mengetahui keberadaan aset tanah yang telah dipergunakan oleh masyarakat dan Pemda Sumba Tengah. Untuk itu Marci meminta dukungan dan kerjasama dari Bupati Sumba Tengah dan masyarakat Sumba Tengah dalam proses pendataan aset tanah tersebut.

Dalam pendataan tersebut akan melibatkan tim dari Dirjen Imigrasi, pihak Badan Pertanahan Provinsi NTT dan kantor BPN kabupaten Sumba Tengah. Pendataan tanah seluas 5000 ha ini sangat penting di lakukan untuk menjadi data dukung bagi Dirjen Imigrasi untuk mengambil kebijakan lebih lanjut terkait dengan kepemilikan aset tanah tersebut.

Pada kesempatan itu, Marci juga mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin antara pihak Kabupaten Sumba Tengah dan Kanwil Kemenkumham NTT dalam hal pengharmonisasian rancangan peraturan daerah di Kabupaten Sumba Tengah.

Diakuinya sudah ada beberapa Perda yang telah dilakukan pengharmonisasian oleh perancang peraturan perundang-undangan yang ada di Kanwil Kemenkumham NTT. Dia berharap agar ke depan kerjasama itu terus ditingkatkan sehingga semua produk hukum yang akan dikeluarkan oleh Pemda Sumba Tengah telah melalui proses pengharmonisasian sehingga menjadi produk hukum yang berkualitas.

Marci juga menyinggung tentang perlindungan Kekayaan Intelektual baik personal maupun Komunal yang ada di Kabupaten Sumba Tengah. Menurutnya Sumba Tengah memiliki banyak potensi Kekayaan Intelektual yang wajib untuk dilindungi salah satunya produk tenun ikat.

Kakanwil mendorong agar pihak Pemda menginventarisir potensi Kekayaan Intelektual yang ada di Sumba Tengah khususnya tenun ikat dan mendaftarkannya kepada pihak Kemenkumham sehingga memperoleh perlindungan hukum dan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah sendiri.

"Untuk itu kami berharap semua produk-produk tenun ikat dapat lindungi sehingga memperoleh perlindungan hukum agar tidak ada pihak lain yang mengklaim tenun di Sumba Tengah serta memperoleh manfaat ekonomi sehingga tidak ada lagi pihak menjualnya dengan harga yang rendah," kata Marci.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu juga menyampaikan terimakasih kepada pemda NTT dan Kakanwil dan rombongan yang telah berkunjung ke Kabupaten Sumba Tengah.

Dia mengatakan bahwa akan memberikan dukungan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kanwil Kemenkumham NTT untuk melakukan pendataan ulang aset tanah yang berada di wilayahnya.

Selanjutnya bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda NTT dan Kakanwil terkait pemindahan 3 WBP kasus pencurian ternak di Sumba Tengah ke Nusakambangan. Menurutnya, pencurian ternak di Sumba Tengah sangat meresahkan warga sehingga pihaknya mendukung langkah yang diambil oleh pihak Kemenkumham sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku pencurian ternah di sumba.

"Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada pihak Pemda NTT dan Kemenkumham NTT yang telah memindahkan WBP pencurian ternak yang sangat meresahkan warga, terbukti dengan pemindahan tersebut membuat tingkat kasus pencurian ternak menjadi lebih rendah, kami terus meminta dukungan Kemenkumham NTT agar permasalahan ini dapat segera teratasi," tutur Paulus.

Masih pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan pencapaiannya seperti pembangunan rumah dan MCK untuk masyarakat miskin, penyediaan air bersih untuk warga Sumba Tengah, dan program beasiswa untuk warga Sumba Tengah yang tidak bisa melanjutkan kuliah atau yang putus kuliah dengan syarat mendapatkan IP minimal 2,80 dan merupakan rekomendasi dari para tokoh agama.

Kakanwil sangat mengapresiasi hal ini menurutnya Bupati sumba telah melaksanakan pemenuhan dasar Hak Asasi Manusia (HAM). Untuk itu Kakanwil berharap mendapat data terkait pencapaian Bupati Sumba Tengah yang telah disampaikan  untuk diusulkan sebagai kabupaten/kota peduli ham.

IMG 20200813 WA0073

Setelah selesai bertemu Bupati Sumba Tengah, Kakanwil dan rombongan kembali melanjutkan kunjungan menemui Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Tengah dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan, Bernadus Poy.

Kakanwil juga menyampaikan terkait maksud kunjungan untuk meminta dukungan terkait pendataan aset tanah. Marci menyampaikan bahwa sebelumnya, dirinya telah menemui Kepala Badan Pertanahan Provinsi NTT dan memperoleh dukungan dari Kepala BPN.

Menanggapi hal tersebut, Bernadus menyampaikan pihaknya akan memberikan dukungan dan akan berkoordinasi dengan pihak BPN Provinsi NTT untuk kelancaran proses pendataan aset tanah tersebut.

IMG 20200814 WA0001

 

 


Cetak   E-mail